ramadhan

Munggahan Dan Rukyat Hilal Di Bulan Ramadhan

Mengapa saya katakan bahwa munggahan merupakan tradisi? Karena memang munggahan tidak bersumber dari al-Quran dan al-hadits, melainkan dari tradisi sebagian masyarakat muslim Indonesia. Bagaimana Islam menyikapi tradisi ini? Di dalam Ushul Fiqh terdapat sumber hukum “urf” atau tardisi. Urf atau tradisi dapat dijadikan hukum selama ia tidak menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Di dalam tradisi munggahan tidak ada sesuatu yang haram kemudian dihalalkan dan tidak ada sesuatu yang halal lalu diharamkan. Dengan demikian munggahan sesungguhnya “tidak dilarang” apalagi isinya merupakan ajaran-ajaran agama yang sangat dianjurkan seperti silaturahmi, berziarah kubur dan berbuat baik kepada orang tua. Dengan demikian munggahan masuk ke dalam katagori “urf shahih” dan barangkali ia hanya menjadi tradisi lokal muslim Indonesia.