akal dalam islam

Mengkaji Kembali Wacana Rasionalitas Di Dalam Islam

Umat Islam sebagai pewaris bumi beserta isinya mestinya memiliki posisi kuat di mata umat lain. Namun kenyataannya pada saat ini justru sebaliknya. Hampir seluruh negara Islam perekonomiannya tergantung kepada negara atau umat non-muslim. Apakah hal tersebut ada hubungannya dengan cara umat Islam kini di dalam memposisikan akalnya di hadapan wahyu? Mestikah kita mewarisi semangat Mu'tazilah dalam mengedepankan rasionalitas demi menyaingi kemajuan negara-negara atau umat non-muslim, atau tetap berpegang teguh pada ahlussunnah wal jama'ah apapun yang terjadi? Secara singkat ustadz Tohirin, Lc., M.Ag memiliki opini dalam hal ini dengan sedikit editing oleh admin.