Pelajaran

Ciri-ciri Fi'il

Apabila dalam suatu kata ditemukan salah satu dari ciri-ciri Fi'il berikut: Qod, Sa, Saufa, dan Ta Ta’nits As-Sakinah, maka sudah bisa diketahui bahwa dia merupakan FI’IL

Perbedaan Isim dan Fi'il

Kali ini kita akan sedikit membahas tentang ciri khas atau perbedaan antara isim dan fi’il (al-farqu bainal ismi wal fi’li). Kalau kita mengetahui artinya, tentu mudah membedakan isin dan fi’il, karena isim tidak terikat waktu dan fi’il terikat waktu. Namun bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sebuah kata itu termasuk isim atau fi’il tanpa mengetahui artinya?. Untuk itu pertama-tama kita perlu mengetahui tanda-tanda atau ciri ISIM: Tanwin, Kasroh, Alif-Lam dan Huruf Jer.

AL-KALIMAH

Al-Kalimah dalam bahasa Arab, atau dalam Ilmu Nahwu memiliki pengertian “KATA” dalam bahasa Indonesia, yaitu suatu lafadh yang mempunyai makna. Al-Kalmah terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu al-ISMU (Isim), al-FI’LU (Fi’il), dan al-HARFU (huruf)

HURUF

Sebelum berlatih lancar suatu bahasa, kita perlu mengetahui abjadnya terlebih dulu. Demikian juga dengan aktifitas kita mempelajari bahasa Arab, kita perlu masuk ke pembahasan tentang huruf (al-harfu) terlebih dahulu. Dalam bahasa Arab, huruf terdiri dari dua bagian yaitu yang pertama Huruf Mabani dan yang kedua adalah Huruf Ma'ani.

Kepentingan Ilmu Alat Dalam Menguasai Ilmu Hadith

Banyak contoh dari begitu banyak hadith Rasulullah s.a.w. yang menyebutkan tentang kelebihan ahli ilmu terutamanya ilmu agama. Untuk memahami ilmu yang ditinggalkan oleh Rasulullah s.a.w. tersebut maka semestinya mempunyai peralatan untuk menguasainya. Kerana itulah setengah ulama membahagikan ilmu itu kepada dua bahagian. Pertama ilmul mabadi’ iaitu ilmu asas dan kedua ilmu maqasid iaitu ilmu yang dimaksudkan atau yang menjadi matlamat daripada mempelajari ilmu yang pertama. Seseorang itu tidak akan dapat menguasai ilmu yang kedua selagimana dia tidak menguasai ilmu pertama. Ini kerana ilmu pertama terutamanya ilmu nahu adalah merupakan mukaddimah kepada suatu yang wajib sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abdis Salam di akhir kitab Qawa’idnya iaitu, “sesungguhnya menyibukkan diri dengan ilmu nahu yang dapat ditegakkan kalamullah dengannya dan kalam Rasulnya s.a.w. adalah merupakan pendahuluan kepada suatu yang wajib, kerana memelihara syariat itu adalah suatu yang wajib yang mana ianya tidak dapat dielakkan kecuali dengannya (ilmu nahu)”.

Pelajaran Metode 33

Pembelajaran ini diperuntukkan bagi siapa pun dengan syarat: telah bisa membaca tulisan arab yang berharakat, telah memiliki pengetahuan walaupun sangat sederhana tentang kaidah bahasa Indonesia, misalnya tahu apa itu subyek, predikat dll, dan memiliki motivasi yang kuat untuk bisa membaca teks-teks berbahasa Arab yg tidak ada harakatnya. Sebelum anda mempelajari kaidah dan menjawab latihan-latihan yang ada pada setiap pelajaran, anda telah menghafalkan kosakata yang ada pada pelajaran yang anda pelajari terlebih dahulu

Belajar Bahasa Arab Al-Qur'an bersama Rafdian Rashid

bahasa arab qur'an

Tidak berlebihan kiranya kalau saya katakan bahwa materi "Belajar Bahasa Arab Al-Qur'an bersama Rafdian Rashid" sangat menarik dan membuat pelajaran terasa mudah. Saya mengenal blog beliau kurang lebih sejak tahun 2008, dan sempat saya kopipaste untuk saya pelajari secara offline dan ternyata masih tersimpan sampai sekarang. Untuk lebih menyebarluaskan pelajaran ini (mohon ijin Akhi Rafdian), saya memandang perlu mempastenya di website ini. Bagi para pemula, pelajaran Akhuna Rafdian ini sangat membantu untuk dipelajari

Penjelasan KH. Ahmad Fahrudin tentang Metode AL-LUBAB

Menurut KH. Ahmad Fahrudin, selaku penemu Metode Al-Lubab, buku pelajaran al-lubab tersebut menerangkan dari A – Z tentang bagaimana memahami ilmu Nahwu Shorof yang langsung dapat dipraktekkan secara langsung . Seperti Pendahuluan diawali dengan pengertian kata , dilanjutkan dengan perubahan pada akhir kalimat sampai dengan jenis-jenis kata. Pada bab bab selanjutnya ditulis penjelasan tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan pembelajaran nahwu shorof yang duterangkan dengan mudah dan gamblang serta penekanan pada buku yang dibagi atas warna hitam dan merah. Di dalam buku ini juga ada bab Kaidah I’lal berjumlah Sembilan belas yang ditujukan agar metode ini lebih dipahami oleh pembaca. Berikut adalah video yang berisi sekilas pelajaran nahwu menurut metode Al-Lubab.

Kitab Mutamimmah Al-Ajurumiyah

Di kalangan pesantren, Kitab Mutamimmah Al-Ajurumiyah yang disusun oleh al-’Alamah Syamsuddin ar-Ru’aniy Abu Abdulloh (al-Hathob) sangatlah dikenal dan menjadi salah satu referensi utama para santri untuk menguasai kaidah-kaidah nahwu. Kitab ini biasanya dipelajari setelah selesai mempelajari kitab matan al-ajurumiyah.