Metode Abyan: Metode Belajar Bahasa Arab Tanpa Menggunakan Istilah Arab Nahwu Sharaf

Metode Abyan

Salah satu kelemahan umat Islam di Indonesia adalah minimnya kemampuan bahasa Arab mereka. Jangankan mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan semisal di pesantren, yang sudah kuliah di perguruan tinggi Islam pun mengalami kondisi yang sama. Hal ini pernah ditengarai oleh seorang intelektual muslim Azyumardi Azra, bahwa mahasiswa perguruan tinggi Islam banyak yang belum mampu membaca literatur berbahasa Arab tanpa syakal, atau lebih dikenal dengan istilah kitab gundul.

Kondisi tersebut tentunya membuat kita miris. Padahal kita tahu bahwa belajar bahasa Arab adalah fardhu ‘ain menurut Imam Syafi’i, salah seorang dari imam mazhab yang empat. Hal ini jelas tepat sekali karena bahasa Arab adalah bahasa Al Qur’an. Dalam rangka memahami dan mengamalkan Al Qur’an tentu dibutuhkan kemampuan bahasa Arab yang cukup. Apalagi jika diperhatikan, bahasa Arab pun telah ditetapkan sebagai bahasa internasional sebagaimana halnya bahasa Inggris. Ia menempati ranking ke-4 dunia dalam hal banyaknya jumlah penutur, yakni 220 juta orang. Oleh karenanya sebagai bagian dari umat Islam tentu kitalah yang harus memajukan bahasa Arab sebagai pemenuhan kewajiban seorang muslim sekaligus menunjukkan tanggung jawab kita terhadapnya.

Karena hal-hal itulah, pada tahun 2006 KH Umar Ash-Shiddiiq memformulasikan suatu metode yang mudah agar seseorang bisa lebih mudah dan cepat menguasai ilmu nahwu dan sharaf secara tuntas. Metode ini berfokus kepada bagaimana secara mudah dan cepat seseorang bisa membaca kitab gundul atau kitab kuning dengan benar. Beliau telah mengidentifikasikan bahwa salah satu kendala terbesar yang menyebabkan kemajuan yang sangat lambat dalam menguasai ilmu nahwu dan sharaf adalah adanya istilah-istilah Arab ilmu nahwu sharaf seperti, isim, fi’il, mubtada’, dan masih banyak lagi istilah beserta segala definisinya. Padahal pada tahap awal belajar bahasa Arab, beliau memandang istilah tersebut beserta definisinya belum perlu diperkenalkan sekalipun sangat penting. Oleh karena itulah, dalam buku “Metode Abyan” yang beliau tulis bersama seorang muridnya tidak akan ditemukan sama sekali istilah-istilah tersebut beserta definisinya. Yang ada dalam buku tersebut adalah rumus-rumus berjumlah 36 buah yang mudah diingat secara alami untuk menguasai ilmu nahwu secara tuntas, beserta penjelasannya yang mudah dan contoh-contoh aplikasinya dalam sebuah kalimat (termasuk yang ada di dalam Al Qur’an) yang disertai dengan sejumlah latihan.

Sebagai penutup, berikut ini kami ringkas beberapa hal yang merupakan ciri khas dari Metode Abyan:

  1. Fokus pencapaian belajar yang jelas, yakni mampu membaca kitab gundul dengan benar berdasarkan kaidah ilmu nahwu.
  2. Tidak menggunakan istilah-istilah Arab yang biasa dikenal dalam ilmu nahwu sharaf.
  3. Pembahasan dirasakan mudah, bahkan bagi anak kecil atau bagi mereka yang belum pernah belajar bahasa Arab sama sekali. Untuk membantu menghafal rumus bisa digunakan nyanyian sekalipun hal ini juga bukan sebuah keharusan.
  4. Urutan rumusnya sistematis yang dihasilkan berdasarkan analisa mendalam.
  5. Bisa dipelajari mandiri secara jarak jauh dengan bimbingan online (contoh Bab 1 buku Metode Abyan bisa di-download gratis di website resmi Metode Abyan).

Untuk informasi selengkapnya, silakan menghubungi langsung ke website bersangkutan di bawah ini..

Kategori Artikel: 

Comments

rajendra's picture

bagus gan..