Belajar Baca Kitab Metode Thoriqah

Kitab berbahasa arab karya para ulama tempo dulu, hingga saat ini masih dipelajari oleh kalangan pemuda/di, khususnya di Pondok Pesantren di Indonesia. Kitab yang dikenal dengan sebutan "kitab kuning", karena kabanyakan dicetak di atas kertas berwarna kuning ini sangat penting dipelajari dan bahkan fardhu 'ain dipelajari bagi setiap individu umat islam, karena di dalamnya menganalisa berbagai penjelasan hukum-hukum syri'at islam sebagai jabaran dari AL Qur'an dan Al Hadits.

Untuk mempelajari kitab ini, para siswa/santri sering merasa kesulitan, lantaran harus belajar tata bahasa arab yang mereka anggap "sulit" bahkan tidak jarang terjadi mereka harus berhenti mempelajarinya dengan berbagai asumsi dan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal, seperti tidak prospektif, dan lain-lain. Belajar kitab kuning membutuhkan waktu lama minimal 3 tahun, kalau dilakukan secara aktif dan intensif. Sementara kebanyakan para siswa/santri ingin belajar cepat dan praktis. Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan para guru dan kaum intelektual lainnya untuk menciptakan metode pembelajarannya secara cepat dan praktis telah banyak dilakukan.

Salah satunya adalah metode THORIQOH atau MANZILAH yang telah dipublikasikan sejak tahun 2007 hingga saat ini dan telah terbukti hasilnya, terutama bagi siswa/santri pemula dalam belajar gramatikal bahasa arab, karena metode ini lebih menekankan kepada praktek membaca ketimbang kepada teori-teori yang menghabiskan waktu lama.

Kitab THORIQOH yang dikenal dengan nama MKKT (Musyawarah Kitab Kuning Metode THORIQOH) ini 75 persen diarahkan pada praktek membaca kitab Fathul Qorieb (kitab bertuliskan arab tak berharkat) yang membahas tentang tata cara beribadah kepada Allah SWT, masalah transaksi jual beli, pernikahan dan lain-lain yang tepat dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Buku Thoriqoh ini dapat dipelajari hanya dalam waktu singkat. Insya Allah 2-6 bulan saja, mereka sudah bisa membaca dan memahami isinya plus hafal kaidah-kaidah Alfiyah, Al Maqsud, Nadzom Ma'anil Huruf, Imriti dan lain-lain. Namun sayangnya, kitab ini belum tersebar secara luas, walaupun telah diterbitkan sejak tahun 2007 yang lalu. Hal ini, karena faktor pendanaan yang sangat minim. Namun bagi siswa/santri yang berminat belajar melalui metode ini, Yayasan Al-Amir yang terletak di Desa Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tetap bersedia melayani. Kami ingin membuktikan keberhasilan kitab ini kepada anda dan bukan hanya hanya sebatas ngomong saja.

Untuk yang berminat hubungi saja penemu metode Thoriqoh ini: Drs. H. Muhammad Muhsin Amir HP. 081-9999-100-77. Terima Kasih, semoga Allah me-Ridhoi kita semua. Amin

Kategori Artikel: