Seandainya Sifat Wara’ Dimiliki Pejabat Kita

Di dalam literatur tasawuf sifat wara’ merupakan salah satu maqam (baca: tangga ruhani) yang harus dilalui oleh seorang sufi. Sehingga sufi yang baik adalah sufi yang dapat melewati tangga ini. Seseorang yang telah mampu melewati tangga ruhani ini, maka ia akan dianugerahkan sifat “khauf”(baca:takut) terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt.

Ilmu Bermanfaat, Makhluk Apakah Itu?

ilmu bermanfaat

Setiap pelajar atau santri tentunya ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barakah. Dahulu dan mungkin masih sampai sekarang penulis senantiasa ingat kepada apa yang dikemukakan oleh bapak kyai dan para asatidz kepada para santri suatu ungkapan: “Apabila kalian ingin memiliki ilmu yang bermanfaat, maka kalian harus rajin belajar dan jangan malas”. Dahulu penulis bertanya-tanya apa sesungguhnya yang di maksud dengan ilmu yang bermanfaat itu? Mengapa seorang pelajar atau santri harus memperoleh ilmu yang bermanfaat? Lalu apa indikator yang menunjukkan seseorang memiliki ilmu yang bermanfaat? Barangkali ini adalah bahasan yang akan penulis ulas dalam kesempatan kali ini

Mengkaji Kembali Wacana Rasionalitas Di Dalam Islam

Umat Islam sebagai pewaris bumi beserta isinya mestinya memiliki posisi kuat di mata umat lain. Namun kenyataannya pada saat ini justru sebaliknya. Hampir seluruh negara Islam perekonomiannya tergantung kepada negara atau umat non-muslim. Apakah hal tersebut ada hubungannya dengan cara umat Islam kini di dalam memposisikan akalnya di hadapan wahyu? Mestikah kita mewarisi semangat Mu'tazilah dalam mengedepankan rasionalitas demi menyaingi kemajuan negara-negara atau umat non-muslim, atau tetap berpegang teguh pada ahlussunnah wal jama'ah apapun yang terjadi? Secara singkat ustadz Tohirin, Lc., M.Ag memiliki opini dalam hal ini dengan sedikit editing oleh admin.